Jelajahi BDT NEWS

Antisipasi Demo, Polres Bekasi Kota Gelar TFG dan Siagakan Personel

Polres Metro Bekasi Kota gelar Tactical Floor Game untuk kesiapan pengamanan menjelang aksi unjuk rasa. 1.300 personel disiagakan untuk menjaga ketertiban.

cnnindonesia.com (Sumber) via CNN Nasional • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 2 jam yang lalu
3 menit baca 0

Jakarta, BeritaDuniaTerbaru.com —

Polres Metro Bekasi Kota gelar Tactical Floor Game (TFG) sebagai kesiapan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) di Markasopolres setempat, Minggu (18/10). Langkah ini diambil untuk mematangkan strategi pengamanan dan mengantisipasi potensi mobilisasi pelajar menuju Jakarta menjelang aksi unjuk rasa pada 20 Oktober 2026.

Dalam keterangannya, Kuduspol Bekasi Kota, Komisaris Besar Polisi Putu Kholis Aryana, menjelaskan bahwa aksi tersebut bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Sebanyak 1.300 personel, baik berseragam maupun tidak berseragam, disiagakan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama periode tersebut.

Melalui TFG, kepolisian menguji kesiapan personel dalam menghadapi enam skenario pengamanan yang disusun berdasarkan potensi kerawanan di lapangan. Simulasi mencakup koordinasi antarsatuan, pengendalian personel, serta mekanisme pengambilan keputusan dalam merespons perkembangan situasi. Setiap tahapan dirancang untuk memastikan pelaksanaan pengamanan berlangsung secara terpadu, terukur, dan sesuai prosedur.

Putu Kholis menegaskan, kesiapan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab kepolisian dalam menjaga ketertiban menjelang aksi di Jakarta. Ia menekankan pentingnya membedakan penyampaian aspirasi secara damai dengan tindakan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, sehingga setiap penanganan tetap berlandaskan ketentuan hukum.

"Kami menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat secara damai. Namun, kami tidak akan segan mengambil langkah tegas terhadap siapa pun yang dengan sengaja menghasut, menggerakkan, atau memanfaatkan pelajar untuk melakukan tindakan melawan hukum," tutur Putu Kholis.

Ia juga mengingatkan bahwa anak-anak tidak boleh dijadikan alat kepentingan pihak tertentu, terlebih jika harus mempertaruhkan keselamatan dan masa depan mereka.

Dalam skema pengamanan yang disiapkan, personel berseragam menjalankan tugas pengamanan terbuka, sementara personel tidak berseragam mendukung pemantauan dan deteksi dini sesuai kewenangannya. Pengawasan diarahkan pada potensi titik berkumpul, jalur keberangkatan menuju Jakarta, serta perkembangan informasi terkait ajakan mobilisasi melalui media sosial. Hasil pemantauan menjadi bahan koordinasi dalam menentukan langkah antisipasi berdasarkan kondisi di lapangan.

Selain memperkuat kesiapan operasional, kepolisian juga mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif terhadap pelajar yang ditemukan dalam situasi berisiko. Koordinasi dengan pihak sekolah dan orang tua menjadi bagian dari langkah pencegahan, sementara dugaan tindak pidana ditangani berdasarkan fakta, alat bukti, dan keterlibatan masing-masing pihak.

Putu Kholis menambahkan, penanganan terhadap anak tetap memperhatikan ketentuan perlindungan anak dan prinsip proporsionalitas.

"Prioritas kami adalah memastikan para pelajar tetap aman dan tidak terjerumus dalam tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain," katanya.

Ia mengajak orang tua dan pihak sekolah untuk meningkatkan pengawasan serta membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak. "Ketegasan dalam penegakan hukum harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap masa depan generasi muda. Keamanan harus terjaga, tetapi keselamatan anak tetap menjadi tanggung jawab bersama," tegas Putu Kholis.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK