Jelajahi BDT NEWS

Alasan Arab Saudi Tolak Bantuan Israel Perangi Houthi

Pemerintah Arab Saudi tegas menolak bantuan militer Israel untuk ikut memerangi Houthi Yaman.

cnnindonesia.com (Sumber) via CNN Indonesia Internasional • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 14 jam yang lalu
2 menit baca 0

Jakarta, BeritaDuniaTerbaru.com — Pemerintah Arab Saudi secara tegas menolak tawaran bantuan militer Israel untuk ikut memerangi kelompok Houthi di Yaman.

Penolakan itu disampaikan langsung oleh Putera Mahkota Mohammed bin Salman (MbS), pemimpin de facto Kerajaan Arab Saudi, kepada pihak-pihak yang menawarkan bantuan tersebut.

Dilansir surat kabar Israel Haaretz, Senin (12/10), MbS menilai kerja sama militer dengan Israel bakal menimbulkan reaksi negatif dari masyarakat domestik. Karena itu, ia tidak tertarik menerima bantuan yang ditawarkan Tel Aviv.

Saudi Tegas, Ini Alasannya

Arab Saudi hingga kini tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel. Dalam hampir satu dekade terakhir, Tel Aviv secara aktif mendorong upaya normalisasi hubungan dengan sejumlah negara Arab, termasuk Arab Saudi.

Karena itu, penerimaan bantuan militer dari Israel diyakini bakal menjadi langkah awal kerja sama pertahanan yang lebih erat antara kedua negara, dan pada akhirnya membuka jalan bagi kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik di masa depan.

Di sisi lain, Arab Saudi memiliki satu persyaratan utama dalam normalize hubungan dengan Israel, yaitu pengakuan atas kemerdekaan Palestina.

Saat ini, Arab Saudi memang tengah menghadapi tekanan besar akibat serangan Houthi yang terus meningkat. Serangan kelompok yang didukung Iran itu antara lain menyasar infrastruktur penerbangan dan telah menelan korban jiwa serta mengganggu operasional bandara.

Serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Selang sehari kemudian, bandara yang sama kembali diserang sehingga seorang warga negara Pakistan yang tinggal di Arab Saudi meninggal dan 11 orang lainnya luka-luka, menurut pernyataan Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi.

Tekanan Ekonomi jadi Tantangan Utama

Dalam opininya di Times of Israel, pengacara Avi Kamionski menegaskan bahwa situasi saat ini sangat tidak menguntungkan bagi Riyadh.

"Iran telah mempersempit Selat Hormuz, memaksa Arab Saudi mengalihkan lebih banyak ekspor minyak melalui Laut Merah. Ekspor minyak mentah Saudi via Selat Bab al-Mandeb tahun ini melonjak berkali-kali lipat dibanding tahun lalu. Jika Houthi mampu mengancam jalur ini, mereka mengancam ekonomi Saudi secara keseluruhan," tulis Avi.

Karena itu, Avi berargumen bahwa Israel perlu menyadari posisi tawar yang ia miliki dan langsung mengajukakan tawaran konkret, berupa:

  • Pembagian informasi intelijen mengenai aset Houthi dan Iran di Yaman;
  • Kerja sama dalam pertahanan udara dan rudal;
  • Koordinasi keamanan di Laut Merah;
  • Serangan udara yang ditargetkan sesuai keinginan Riyadh.

Namun hingga kini, Arab Saudi melalui keterangannya oleh MbS telah menunjukkan bahwa Kerajaan tidak berniat membuka kerja sama militer dengan Israel, meskipun berada dalam tekanan berat akibat serangan Houthi yang berkelanjutan.

[Gambas:Video CNN]

(imf/bac)

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK