Jelajahi BDT NEWS

70 Keramik di Sukabumi Ungkap Sejarah Perdagangan Nusantara

70 koleksi keramik masterpiece di Museum Prabu Siliwangi, Kota Sukabumi, didokumentasikan dalam katalog khusus.

liputan6.com (Sumber) via Liputan6 Regional • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 1 hari yang lalu
2 menit baca 0

BeritaDuniaTerbaru.com, Sukabumi — Museo Prabu Siliwangi di Kota Sukabumi kini memiliki katalog resmi untuk 70 koleksi keramik masterpiece miliknya. Dokumentasi ini disusun oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai upaya pendokumentasian benda-benda bersejarah yang menjadi bukti perdagangan internasional dan diplomasi Nusantara sejak abad ke-8 Masehi.

Sampel yang dikurasi ini diambil dari total 350 artefak keramik yang tersimpan di Museum Keramik. Tim peneliti keramologi BRIN memerlukan waktu hingga tiga bulan untuk meneliti dan menyusun katalog yang merepresentasikan peradaban berbagai negara.

"BRIN telah memilah keramik yang mewakili negara-negara yang pernah datang ke Nusantara. Ini bukti otentik peradaban masa lalu,"ujar Pendiri Museum Prabu Siliwangi, Fajar Laksana, Jumat (16/10/2026).

Menurut Fajar, keramik-keramik tersebut berasal dari berbagai belahan dunia, meliputi China, Inggris, Belanda, Thailand, hingga sisa peninggalan Kerajaan Majapahit. Ia menambahkan, koleksi tertua berasal dari abad ke-8, dan seluruh era dinasti Tiongkok memiliki perwakilannya.

"Ini membuktikan bahwa sejak dulu sudah terjadi perdagangan internasional,"tegasnya.

Sebelum diteliti BRIN, puluhan keramik bernilai historis tinggi ini merupakan warisan turun-temurun dari keluarga Raden Sumawinata yang memiliki pertalian dengan Kesultanan Banten.

Katalog yang telah memiliki ISBN ini diterbitkan oleh Khalifah Mediatama dan akan masuk ke jaringan Perpustakaan Nasional sebagai rujukan akademis.

Kepala Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah BRIN, Iim Imanudin, menyebut koleksi ini merupakan indikator penting pergerakan saudagar global di masa lampau.

"Ada pergerakan mobilitas masa lalu, bukan hanya orang, tapi juga artefak. Ini menjadi indikasi kuat adanya kisah sejarah pada benda material tersebut,"jelas Iim.

Iim juga menekankan bahwa pelestarian kebudayaan di Museum Prabu Siliwangi selaras dengan prinsip pendidikan dekolonial yang membangun bangsa dari akar budayanya sendiri.

Upaya pendokumentasian ini turut mendapat apresiasi dari pemerintah daerah setempat.

"Kajian dari tim berkompeten ini membuat sejarah bisa ditransfer utuh. Ini akan menjadi histori dan keilmuan penting bagi generasi berikutnya,"kata Kepala Dispusipda Kota Sukabumi, Olga Pragosta.

Peluncuran buku katalog ini sekaligus memperingati Hari Museum Indonesia (Harmusindo) 2026. Diharapkan, katalog ini dapat memperkaya objek eduwisata sejarah di Kota Sukabumi.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK