BeritaDuniaTerbaru.com, Bangkok — Petarung seni bela diri campuran (MMA) Indonesia Sanjaya Hutagaol berhasil mengakhiri puasa kemenangan wakil Merah Putih di ONE Championship. Debutnya di ONE Friday Fights 175 berakhir manis setelah menundukkan petarung asal Spanyol, Javier Cabrera, melalui kuncian rear-naked choke pada ronde kedua.
Pertarungan berlangsung di Lumpinee Stadium, Bangkok, Thailand, Jumat (16/10/2026). Mengenakan julukan Banteng Toba, Sanjaya tampil sabar dan menunjukkan daya juang tinggi sebelum akhirnya memaksa Cabrera menyerah.
Kemenangan ini menjadi momenta penting bagi kontingen Indonesia untuk kembali menunjukkan eksistensinya di kancah MMA internasional. Sebelum Sanjaya, kemenangan terakhir wakil Indonesia di ONE Championship tercatat atas nama Adrian Mattheis yang mengalahkan Zelang Zhaxi melalui knockout pada Februari 2023.
Sepanjang rentang waktu tersebut, sejumlah petarung Tanah Air belum mampu mengulang pencapaian serupa. Eko Roni Saputra, misalnya, harus mengakui keunggulan Lito Adiwang setelah kalah melalui technical knockout pada Mei 2026. Sementara itu, Susanti Ndapataka juga menelan kekalahan dalam penampilan debutnya pada April lalu.
Sempat Tertekan, Sanjaya Bangkit pada Ronde Kedua
Laga melawan Cabrera bukanlah pertarungan yang mudah bagi Sanjaya. Pada ronde pertama, petarung Indonesia itu sempat menerima tendangan keras yang mengarah ke tubuhnya. Cabrera juga memaksimalkan keunggulan jangkauan untuk melancarkan serangan dari jarak jauh.
Dengan tinggi badan 174 sentimeter, petarung Spanyol itu unggul sekitar 11 sentimeter dari Sanjaya. Selisih tinggi itu membuat Cabrera lebih leluasa melancarkan serangan sambil menjaga jarak aman.
Kendati demikian, Sanjaya tidak mengubah strateginya. Ia tetap berusaha mendekati lawan dan mencari celah untuk melakukan takedown atau menjatuhkan Cabrera ke kanvas.
Kesabaran Sanjaya akhirnya membuahkan hasil di ronde kedua. Ia berhasil mengangkat tubuh Cabrera dan membantingnya ke kanvas untuk mengambil kendali pertarungan.
Ketika Cabrera berusaha bangkit, Sanjaya melancarkan serangan lutut dari belakang sebelum kembali menjatuhkan lawannya. Petraturang berjuluk Banteng Toba itu kemudian mengambil posisi di belakang Cabrera dan mengunci lehernya menggunakan teknik rear-naked choke.
Cabrera tidak mampu melepaskan diri dari kuncian tersebut. Ia akhirnya menyerah pada menit ke-2:52 ronde kedua, mengukuhkan kemenangan bagi Sanjaya.
Kemenangan atas Cabrera semakin mempertegas spesialisasi Sanjaya dalam pertarungan bawah tanah. Petarung Indonesia itu kini mengoleksi rekor profesional 6 kemenangan dan 1 kekalahan.
Yang tidak kalah menarik, seluruh enam kemenangan Sanjaya diraih melalui teknik rear-naked choke. Catatan tersebut menunjukkan efektivitas kemampuan kunciannya sebagai senjata andalan di dalam arena.
Di sisi lain, derrota ini menjadi yang pertama bagi Cabrera sepanjang kariernya. Sebelum menghadapi Sanjaya, petarung Spanyol tersebut mencatatkan rekor sempurna dengan tiga kemenangan tanpa kehilangan satu pun (3-0).