BeritaDuniaTerbaru.com — Mantan gelandang legendaris Manchester United, Roy Keane, mengecam keras sikap para kapten klubnya saat ini. Ia menilai Bruno Fernandes dan Harry Maguire lebih sibuk dengan kegiatan podcast dibandingkan memimpin rekan-rekan mereka di ruang ganti.
Kritik pedas itu muncul setelah situasi di balik layar Old Trafford mulai memanas. Bek Lisandro Martinez melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan belanja pemain manajemen klub yang dianggap kurang agresif pada bursa transfer musim panas 2026.
Kabarnya, pernyataan Martinez tersebut memicu perselisihan dengan sejumlah rekan setimnya. Ruangan ganti MU pun disebut menjadi kurang kondusif, dan situasi ini turut menjadi perhatian Roy Keane.
Menurut pria asal Irlandia itu, kondisi Manchester United saat ini sudah bagaikan sirkus karena dinamika internal yang kacau. Ia menilai kedua kapten tidak berani menegur Martinez atas komentarnya.
"Bruno, Maguire... mereka mungkin sibuk membuat podcast. Saya tidak bisa membayangkan mereka berani menegurnya. Bahasa tubuh Bruno, dia sepertinya tidak senang saat ini. Mereka tidak membuat gentar siapa pun," kata Keane, mengutip Manchester Evening News.
Roy Keane juga menyoroti keputusan Harry Maguire yang tidak dipanggil membela Timnas Inggris. Ia mengkritik bek berusia 33 tahun itu karena memilih pergi ke New York untuk membuat podcast alih-alih fokus memperbaiki performanya.
"Alih-alih bekerja keras selama musim panas, dia justru pergi ke New York membuat podcast selama beberapa minggu. Kemudian Bruno Fernandes sebagai kapten Manchester United hadir di Diary of a CEO dan sedikit menyindir saya. Itu hak dia, tidak masalah," jelas Keane.
Baginya, pola pikir seperti inilah yang tengah menggerogoti Manchester United. Para pemain lebih memilih menjalankan pekerjaan sampingan daripada mengutamakan persaingan untuk membawa klub kembali ke puncak.
"Ketika saya melihat seorang pemain sedikit kesal beberapa hari terakhir, saya justru lebih kesal pada Maguire dan Bruno karena melampiaskan perasaan mereka di podcast. Anda harus menetapkan prioritas sebagai seorang pesepakbola," tegas eks pemain Irlandia Utara tersebut.