Jelajahi BDT NEWS

Lagi di Penjara, Nikita Mirzani Punya Misi Lewat Film Beautiful Pain

Film Beautiful Pain, diproduksi oleh Nikita Mirzani, mengangkat kisah perempuan berjuang sebagai orang tua tunggal. Tayang 22 Oktober 2026.

hot.detik.com (Sumber) via Detik Hot • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 12 jam yang lalu
3 menit baca 0

Jakarta — Film Beautiful Pain resmi meluncur ke layar lebar dengan misi yang dekat di hati Nikita Mirzani. Film ini berangkat dari keinginan Nikita untuk mengangkat kisah perempuan yang berjuang menentukan jalan hidupnya sendiri.

Produser Hanung Bramantyo bercerita, ide tersebut sudah muncul sejak empat tahun lalu, dengan sorotan pada perjuangan menjadi orang tua tunggal hingga keberanian keluar dari hubungan yang merugikan.

Film yang disutradarai Dmaz Brodjonegoro itu menjadi proyek Nikita sebagai executive producer sekaligus pemain. Namun, sejak awal, Nikita menegaskan tidak ingin mengangkat kehidupan pribadinya ke layar, melainkan kisah perempuan dengan pengalaman serupa.

Hal itu diungkapkan Hanung saat menghadiri gala premiere Beautiful Pain di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin.

"Dia dari awal sudah bicara ke saya, 'Saya tidak mau membuat film tentang diri saya, tapi saya pengin bicara tentang perempuan yang mungkin nasibnya seperti saya.' Itu empat tahun yang lalu," kata Hanung.

Hanung mengaku sempat menganggap gagasan tersebut kontroversial. Ia kemudian mencoba mengembangkan pemikiran Nikita mengenai perempuan yang memilih menjadi orang tua tunggal dan menjaga kesehatan mental demi anak-anaknya.

"Saya melakukan proses penulisan skenario, mencerna pemikiran Niki tentang jangan takut menjadi single parent," tutur Hanung.

Menurut Hanung, tema tersebut kala itu dianggap belum tentu menarik secara komersial. Namun, Nikita meyakini kisah perempuan yang berani mengambil keputusan demi kehidupan lebih sehat memiliki penontonnya sendiri.

"Niki yakin ada orang yang akan menonton film ini, yaitu para perempuan yang kepingin menjadi dirinya sendiri, yang memilih menjadi sehat, menjaga kewarasan demi anak-anaknya dan lepas dari hubungan yang toxic," jelas Hanung.

Untuk mengembangkan ide tersebut, Hanung melibatkan penulis skenario Titien Wattimena. Naskahnya kemudian dikembangkan bersama Dmaz hingga menjadi film yang siap tayang di bioskop.

Hanung berharap pesan Beautiful Pain bisa menyentuh penonton, terutama perempuan yang memiliki pengalaman serupa.

"Semoga ini semuanya bisa sampai ke hati penonton, terutama para perempuan," tambah Hanung.

Sementara itu, Dmaz Brodjonegoro mengaku memiliki kedekatan emosional dengan cerita Beautiful Pain. Film ini menjadi debutnya sebagai sutradara layar lebar, sekaligus proyek yang berkaitan dengan masa lalunya sebagai anak yang dibesarkan oleh ibu tunggal.

"Aku sudah langsung merasa, ini akan jadi film pertamaku yang dikerjakan sepenuh hati karena berhubungan banget dengan masa laluku," papar Dmaz.

Ia berharap film tersebut tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga membuka ruang diskusi tentang persoalan perempuan dan para ibu.

"Semoga film ini bisa menyentuh hati para ibu, para perempuan, bahkan laki-laki di luar sana," tutur Dmaz.

Di sisi lain, Nikita Mirzani tidak dapat menghadiri gala premiere Beautiful Pain secara langsung. Ia diketahui tengah menjalani masa tahanan di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, terkait perkara hukum yang dihadapinya.

Selain Nikita, Beautiful Pain dibintangi Raihaanun, Baim Wong, Anantya Kirana, Tarra Budiman, Dimas Aditya, dan Siti Fauziah. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK