Jelajahi BDT NEWS

Jurnalis Investigasi Eropa Kritik Pedas AFC dan FAM, Ada Apa?

Jurnalis Eropa, Romain Molina, menjadi sorotan setelah melontarkan kritik pedas terhadap Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) soal nominasi penghargaan kepada FAM.

cnnindonesia.com (Sumber) via CNN Indonesia Olahraga • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 10 jam yang lalu
2 menit baca 0

Jakarta, BeritaDuniaTerbaru.com -- Jurnalis investigasi asal Prancis, Romain Molina, melontarkan kritik tajam terhadap Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) terkait keputusan menominasikan Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dalam kategori Asosiasi Sepak Bola Terbaik Tahun Ini (Association of the Year).

Molina dikenal luas sebagai jurnalis investigasi independen yang kerap menulis untuk media-media ternama seperti The Guardian, The New York Times, dan BBC.

Dalam karyanya kali ini, Molina menyoroti langkah AFC yang memasukkan FAM sebagai salah satu kandidat penghargaan tersebut. Ia mempertanyakan dasar keputusan itu, mengingat otoritas sepak bola Malaysia baru saja dinyatakan bersalah pada 2025 atas kasus dugaan pemalsuan data kewarganegaraan tujuh pemain naturalisasi.

"AFC sungguh konyol: Bagaimana mungkin Asosiasi Sepak Bola Malaysia bisa masuk dalam daftar kandidat peraih penghargaan Association of the Year, padahal pada 2025 mereka terbukti bersalah karena memalsukan kewarganegaraan tujuh pemain?" tulis Molina di akun X pribadinya.

"Seolah-olah korupsi dan tindakan melanggar aturan justru mendapat dukungan," lanjut Molina.

Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) telah mengeluarkan keputusan pada 5 Maret dengan menolak banding FAM terhadap denda CHF350 ribu atau sekitar Rp7,6 miliar. Dalam keputusan itu, CAS juga memodifikasi hukuman larangan bermain selama 12 bulan yang semula dijatuhkan kepada tujuh pemain.

Tujuh pemain yang terlibat dalam kasus ini adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.值得注意的是,sanksi yang dijatuhkan CAS hanya berlaku untuk pertandingan kompetitif resmi, bukan seluruh aktivitas sepak bola para pemain.

Meski demikian, sanksi tersebut seolah tidak memengaruhi penilaian AFC. Asosiasi Sepak Bola Asia itu justru tetap menjadikan FAM sebagai salah satu kandidat penerima penghargaan.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK