Bogor — Aktor senior Yadi Mulyadi alias Yadi Timo berpulang dengan menyisakan satu impian yang belum sempat terwujud. Sang sahabat, Denpus, mengungkapkan bahwa almarhum bercita-cita memiliki rumah produksi atau production house (PH) sendiri.
Denpus menyampaikan hal tersebut seusai attendsi pemakaman Yadi Timo di TPU Dreded, Kelurahan Empang, Bogor Selatan, Jumat (16/10/2026). Menurut Denpus, almarhum saat itu tengah mempersiapkan diri untuk terlibat dalam sebuah produksi yang dijadwalkan memulai syuting pada awal bulan berikutnya.
"Ada, dia pengin suatu saat punya PH, production house. Bercita-cita seperti itu," kata Denpus.
Denpus menjelaskan, Yadi tidak berencana tampil sebagai aktor dalam proyek tersebut. Almarhum justru ingin mencoba perannya di balik layar dengan terlibat langsung dalam proses produksi.
"Sesungguhnya almarhum sedang persiapan di salah satu PH. Dia tidak main, tapi ada di belakang layar, di produksi. Baru akan syuting di awal bulan depan," tutur Denpus.
Selain mengungkap impian Yadi Timo, Denpus juga mengenang momen ketika almarhum mengajak teman-temannya berkumpul di kantor rumah produksi. Saat itu, Yadi masih terlihat ceria dan bercanda seperti biasanya.
Denpus mengaku tidak bisa memenuhi ajakan tersebut karena sedang menjalani syuting. Ia menyampaikan permintaan maaf dan berjanji akan bertemu pada kesempatan berikutnya.
"Ya saya tolaknya karena lagi syuting. Bilang, 'Bang Imo, saya lagi syuting nih, sorry banget.' 'Ya udah nggak apa-apa, deh. Lain kali aja,'" kenang Denpus.
Dalam pertemuan terakhir bersama rekan-rekannya di kantor PH, Yadi disebut masih aktif mengajak teman-temannya datang dan menikmati kebersamaan. Denpus mengenang momen tersebut dengan perasaan haru.
"Dia terakhir nyanyi-nyanyi di kantor PH, masih suka nanya, 'Eh, ke sini lu, datang lu ke sini.' Biasa dia kalau lagi kangen gitu ya. Mau pamitan kali ya, tapi nggak ketemu," katanya.
Meski tidak sempat memenuhi ajakan terakhir tersebut, Denpus mengaku bersyukur karena belakangan ini mereka cukup sering bertemu. Setelah sempat lama tidak berjumpa selama beberapa tahun, intensitas pertemuan mereka kembali meningkat.
"Kita udah sering ketemu sih belakangan ini. Yang tadinya cukup lama nggak ketemu, tiga, empat, lima tahun nggak ketemu, di tahun ini intensitas ketemunya lumayan sering, bisa sebulan sekali, sebulan dua kali. Jadi saya udah cukup senanglah. Rindunya itu sudah tersampaikan," sambung Denpus.
Di mata Denpus, Yadi Timo bukan hanya rekan kerja yang profesional, tetapi juga sosok humoris yang selalu mencairkan suasana selama proses syuting. Almarhum dikenal gemar bercanda dan menggoda teman-temannya.
"Beliau kan orang yang paling senang bercanda, terus paling senang ngegas, suka ngecengin. Tapi memang orangnya baik banget. Bercanda melulu, ngecengin melulu," lanjut Denpus.
Denpus mengaku tidak pernah bosan bekerja bersama Yadi. Baginya, melihat kemampuan akting serta menyaksikan tingkah lucu almarhum menjadi kenangan tersendiri yang sulit dilupakan.
"Yang paling berkesan adalah kalau satu produksi sama beliau, tiap hari ketemu nggak ada bosan-bosannya. Ngelihat aktingnya, bercanda-bercandanya, itu yang paling berkesan," tutur Denpus.
Denpus mengaku telah lama mengagumi kemampuan akting Yadi sejak masaorin berkecimpung di balik layar. Ia menilai almarhum sebagai pekerja seni yang memiliki dedikasi tinggi dan mampu menjaga profesionalitas dalam bekerja.
"Luar biasa. Rekan kerja yang baik, profesional, dan saya sebagai orang di belakang layar dari dulu mengagumi aktingnya sebagai aktor," tutup Denpus.