Jakarta - Michael Carrick menolak anggapan bahwa dirinya tengah terdesak menyusul rentetan hasil buruk Manchester United. Ia menegaskan bahwa tekanan untuk meraih kemenangan bukan soal nasibnya sebagai manajer, melainkan tanggung jawab terhadap klub.
Manchester United tengah menghadapi puasa kemenangan dalam lima pertandingan terakhirnya. Dalam rentang tersebut, Setan Merah mencatat dua hasil imbang dan tiga kekalahan.
Rentetan hasil itu memunculkan spekulasi soal masa depan Carrick, yang sejatinya baru dipermanenkan sebagai manajer pada musim panas lalu. Kritik terbuka yang dilontarkan Lisandro Martinez terhadap petinggi klub pertengahan pekan ini dinilai semakin mempertegas bahwa kondisi interna MU sedang tidak stabil.
Sejumlah laporan menyebut adanya ketegangan dan frustrasi di ruang ganti. Namun, Carrick menolak jika dirinya dianggap sedang kepepet oleh keadaan.
Ia menegaskan bahwa perasaan itu bukan tentang dirinya, melainkan tentang tanggung jawabnya membawa tim meraih hasil terbaik.
"Bukan saya yang butuh hasil. Kami semua butuh hasil. Ini bukan soal saya. Manchester United itu jauh lebih besar dari siapapun," kata Carrick dalam wawancara yang diriwayatkan BBC.
"Klub ini lebih besar dari saya, dari siapapun pemainnya, atau siapapun yang bekerja di sini. Selalu begitu."
"Saya tak berangkat bekerja setiap hari dengan situasi seperti ini, menuju pertandingan, memikirkan nasib saya. Sungguh. Ini soal klub kami, apa yang kami perjuangkan, prinsip kami, sejarah kami, hal-hal yang perlu kami penuhi. Itu yang mendorong kami," katanya.